Time For Innovation: Ilmu Amaliah, Amal Ilmiah

Thursday, August 10, 2006

FAKHUT

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMBAR

FAKULTAS KEHUTANAN

Visi, Misi dan Tujuan

a. Visi : Menjadikan Program Studi Teknologi Hasil Hutan Fakultas Kehutanan UMSB menjadi sebuah Fakultas yang unggul, berkualitas dan mandiri dengan menghasilkan lulusan yang setaraf dengan program studi yang sama dari Perguruan Tinggi lain, baik secara regional maupun nasional

b. Misi : Mengantarkan mahasiswa kehutanan menjadi sarjana yang mandiri berguna bagi agama, bangsa dan negara khususnya sarjana yang dapat mengelola hutan Indonesia secara lestari dan berkesinambungan.

c. Tujuan : Meningkatkan kualitas dan kuantitas dosen, mahasiswa dan lulusan sehingga menjadi tenaga yang profesional di bidangnya serta meningkatkan kerjasama antar lembaga terkait yang mengelola bidang kehutanan.

A. Mahasiswa

Untuk menjaring mahasiswa dilakukan dengan cara berpromosi melalui, media masa, leaflet dan selebaran mengenai Fakultas Kehutanan yang pada umumnya ditujukan kepada lulusan dari SMU, MAN dan SMK serta pegawai Instansi Kehutanan yang ingin mengembangkan profesinya di bidang kehutanan. Rekruitmen mahasiswa dilakukan dengan sistem seleksi dan pemberian fasilitas untuk yang berprestasi/rangking 1 sampai 10 dapat diterima tanpa melalui testing, dan bagi Warga Muhammadiyah diberikan dispensasi khusus. Untuk yang berprestasi setelah menjadi mahasiswa UMSB, diberikan peluang untuk mendapatkan beasiswa baik dari pemerintah maupun instansi lain yang peduli terhadap pendidikan di UMSB. Kegiatan mahasiswa di kampus dihimpun dalam bentuk organisasi kemahasiswaan antara lain Badan Eksekutif Mahasiswa, Dewan Legislatif Mahasiswa dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.

C. Dosen dan Tenaga Pendukung

Tenaga pengajar di Fakultas Kehutanan Program Studi Teknologi Hasil Hutan berasal dari Dosen Kopertis Wilayah X yang diperbantukan (PNS dpk), Dosen Tetap Yayasan dan Dosen Luar Biasa dari Universitas Andalas dan intansi terkait yang menguasai bidang kehutanan yang cukup memadai. Untuk pengembangan karir dosen diberikan peluang untuk mengikuti studi lanjutan S2 atau S3 dan mengikutkan pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan profesinya. Kode etik dosen disesuaikan dengan ketentuan dari Peraturan Pemerintah dan ketentuan dari Persyarikatan Muhammadiyah.

D. Kurikulum

Materi kurikulum disesuaikan dengan visi, misi dan tujuan program studi, sedangkan sistem pendidikan dilaksanakan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Kebudayaan Republik Indonesia nomor: 232/U/2000. Komponen kurikulum di Program Studi Fakultas Kehutanan pada saat ini memuat antara lain: Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK), Mata Kuliah Keilmuan dan Ketrampilan (MKK), Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB), Mata Kuliah Perilaku Berkarya (MKB) dan Mata Kuliah Berkehidupan Bersama (MBB) yang dibagi dalam dua kelompok yaitu Kurikulum Inti dan Kurikulum Lokal. Kurikulum Inti merupakan kelompok bahan kajian dan pelajaran yang tercakup dalam program studi yang berlaku secara nasional atau yang lebih populernya dengan istilah Kurikulum Nasional. Kurikulum lokal merupakan kelompok bahan kajian dan pelajaran yang telah disusun dan ditetapkan oleh UMSB dengan memperhatikan keadaan dan kebutuhan lingkungan serta ciri khas UMSB. Komposisi pada Program Studi Teknologi Hasil Hutan yaitu Kurikulum inti mencakup 60 % dari seluruh jumlah SKS, sedangkan untuk Kurikulum Lokal sebanyak 40 % dari jumlah seluruh SKS.

E. Sarana dan Prasarana

Untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan bagi mahasiswa, Fakultas Kehutanan menyediakan sarana dan prasarana yang cukup memadai baik fisik maupun non fisik. Misalnya penyediaan laboratorium yang cukup dan proses belajar mengajar yang baik.

F. Keuangan/Pendanaan

Pengelolaan keuangan bersifat sentralistik pada tingkat universitas sehingga untuk biaya operasional kegiatan belajar mengajar dan pemeliharaan sarana bagi Fakultas Kehutanan harus melalui Universitas. Saat ini dana yang diperlukan untuk operasional dirasa cukup memadai untuk kegiatan dimaksud.

G. Tata Pamong

Tata pamong Program Studi Teknologi Hasil Hutan bertanggungjawab terhadap semua pelaksanaan kegiatan akademik mulai dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi yang selanjutnya dipergunakan untuk pengembangan program studi.

H. Pengelolaan Program

Pengelolaan Program Studi Teknologi Hasil Hutan saat ini sudah berjalan seperti yang diaturkan, baik dalam dedikasi, kerjasama ataupun koordinasi. Hal ini sangat mendukung untuk proses kegiatan belajar mengajar, sehingga pencapaian mutu dan tujuan akan dapat diperoleh dengan baik

I. Proses Pembelajaran

Selain dari pada mata kuliah yang memerlukan tatap muka dan praktikum, dalam kurikulum telah ditetapkan adanya mata kuliah yang mewajibkan mahasiswa untuk melakukan Praktek Umum (PKU) dengan bobot 2 SKS sesudah semester VI dan Praktek Kerja Lapangan (PKL) sesudah semester VIII. dengan bobot 2 SKS. Waktu yang diperlukan untuk praktek dimaksud lebih kurang selama 3 bulan yang bertujuan untuk melatih daya kritis mahasiswa terhadap fenomena factual, mendekatkan Perguruan Tinggi dengan dunia usaha dan memberikan umpan balik terhadap Fakultas Kehutanan UMSB. Proses belajar mengajar dilaksanakan dengan tutorial ataupun tatap muka sebanyak 16 kali tatap muka untuk setiap semester dan praktek di laboratorium bagi yang diwajibkan. Selama mengikuti studi mahasiswa wajib menyampaikan seminar proposal, seminar hasil penelitian dan seminar pada beberapa mata kuliah

J. Suasana Akademik

Suasana akademik pada Program Studi Teknologi Hasil Hutan meliputi interaksi antar Pimpinan, Dosen dan Mahasiswa yang di dalamnya meliputi kegiatan perkuliahan, diskusi, seminar dan konsultasi serta kegiatan masyarakat yang dilakukan bersama-sama antara dosen dan mahasiswa. Saat ini sudah terbina dengan baik untuk kegiatan dimaksud.

K. Sistem Informasi

Untuk memperlancar kegiatan belajar mengajar secara internal disediakan sistem informal antara lain: surat-surat resmi intern dan antar pimpinan dan ke masing-masing program studi, selebaran-selebaran kertas yang ditempel pada papan pengumuman baik ditempel secara terbuka maupun tertutup pada program studi, dan earphone yang menghubungkan antara fakultas dengan unit lain serta melalui pertemuan/musyawarah baik secara rutin maupun insidentil

Untuk jaringan Informasi Ekstern dengan menggunakan jasa telepon, surat kabar, majalah, brosur, spanduk dan ceramah/dakwah diberbagai kesempatan secara terjadwal. Untuk kelancaran aktivitas lembaga, pemenuhan kebutuhan sarana informasi dalam lingkungan kampus relatif cukup memadai, sistem penyimpanan melalui bagian administrasi umum dan akademik serta program studi dan data dapat diambil secara normal dan komputerisasi. Kelancaran sistem informasi juga didukung dengan ketersediaan almari arsip, filling cabinet dan komputer yang juga memanfaatkan CD room.

L Sistem Jaminan Mutu

Pengelolaan mutu secara internal dilakukan dengan melengkapi alat laboratorium, buku perpustakaan yang berkaitan dengan program studi, peningkatan kualitas dosen dengan mengikuti program pendidikan lanjutan dan pelatihan-pelatihan bagi staf administrasi. Dilakukan dengan penyediaan dana untuk kegiatan rutin Fakultas Kehutanan, sarana dan prasarana yang diperlukan untuk kegiatan belajar mengajar. Pengembangan Program Studi dilakukan dengan cara pemanfaatan dosen dari luar misalnya Saudara Nico Smith dari Belanda dan untuk peningkatan status Program Studi ke Badan Akreditasi Nasional, dan ijin penyelenggaraan program studi ke Dirjen Dikti Depdiknas RI.

M. Lulusan

Perbandingan antara mahasiswa yang masuk dengan yang lulus rata-rata 1:2, artinya jika jumlah mahasiswa yang masuk 26 orang maka yang lulus adalah 13 orang tiap tahunnya. Indek Prestasi kumulatif (IPK) rata-rata lulusan adalah 2,80, sedangkan persentase lulusan yang memiliki IPK dari 2,0 – 2,75 adalah 59%, IPK 2,76 – 3,0 adalah 30%, IPK 3,1 – 3,5 sebanyak 7%, dan IPK >3,6 sebanyak 2 %. Lama studi rata-rata mahasiswa Fakultas Kehutanan UMSB adalah 5 tahun. Hampir semua kebutuhan tenaga kehutanan pada daerah tingkat II di Sumatera Barat pada tahun 2002 telah menerima lulusan dari Program Studi Teknologi Hasil Hutan Dengan diterimanya beberapa orang lulusan Program Studi Teknologi Hasil Hutan di Dinas Kehutanan di lingkungan Provinsi Sumatera Barat maka dapat diartikan bahwa lulusan dari program studi ini cukup baik. Juga ada alumni yang bekerja di Dinas Kehutanan TK II Provinsi Jambi.

N. Penelitian Publikasi, Skripsi, Karya Inovatif, Abdimas .

Dalam kurun waktu 1 (satu) tahun sekali diperoleh dana untuk kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang diperoleh dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas RI melalui Kopertis Wilayah X Padang dari UMSB melalui LPPM yang telah dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh dosen dengan menggunakan sistem seleksi proposal yang diajukan. Bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh mata kuliah program studi diwajibkan untuk melaksanakan penelitian untuk penulisan skripsi. Untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat diadakan kegiatan Kemah Bakti Mahasiswa

BAB I

A. INTEGRITAS

a. Visi Fakultas Kehutanan UMSB

Dalam rangka mengembangkan misi serta mengejawantahkan tujuan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) umumnya, maupun tujuan UMSB khususnya .Di konstruksikan suatu visi masa depan Fakultas Kehutanan UMSB, yaitu menjadikan Fakultas Kehutanan UMSB sebuah Fakultas yang berkualitas dan terus berkembang secara kuantitas serta menjadi Fakultas Kehutanan terkemuka di Pulau Sumatera.

b. Misi Fakultas Kehutanan UMSB

Misi dari Fakultas Kahutanan UMSB adalah mengantarkan anak didik (mahasiswa) menjadi sarjana kehutanan yang mempunyai kemampuan dan bekal yang memadai dibidangnya baik untuk memasuki dunia kerja maupun melanjutkan studi, sehingga mampu mandiri dan berguna bagi masyarakat dan negara. Diharapkan pula menjadi sarjana kehutanan yang dapat mengelola hutan di Indonesia secara lestari dan bermanfaat secara berkesinambungan.

c. Tujuan Fakultas Kehutanan UMSB

1. Meningkatkan kemampuan staf akademik dan administrasi melalui training dan seminar, program sarjana dan non-sarjana

2. Meningkatkan mutu lulusan dengan teknik mengajar dan metoda mengajar yang variatif dan inovatif

3. Menekan masa studi mahasiswa serta kualitas lulusan yang mempunyai wawasan luas dalam bekerja, dan diharapkan bergerak lebih cepat pada tingkat lulusan yang siap pakai

4. Meningkatkan mutu dan jumlah fasilitas akademik, perkuliahan, dan pengabdian pada masyarakat

5. Meningkatkan pengelolaan fakultas melalui pengkajian dan seminar

6. Meningkatkan jumlah dan kualitas staf pengajar tetap dengan rekruitmen dan pengiriman studi di program Pascasarjana

7. Meningkatkan jumlah dan kualitas staf administrasi untuk mendukung operasional fakultas

8. Melengkapi sarana/ prasarana penunjang yang dibutuhkan untuk setiap program studi, kantor, ruang kuliah, laboratorium, dan perpustakaan

9. Berupaya meningkatkan jumlah mahasiswa dan menseleksi mahasiswa baru

10. Menyusun perangkat evaluasi yang mempunyai validitas yang tinggi

11. Menciptakan suasana akademik yang menjunjung tinggi intelektualitas serta memberikan kebebasan mimbar akademik, responsive, dinamis dan proaktif guna menunjang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

12 Menciptakan kerjasama yang lebih luas untuk meningkatkan mutu lulusan, hasil penelitian serta layanan pengabdian pada masyarakat dan mampu bersaing secara ketat dengan institusi lain yang setingkat.

d. Tujuan Program Studi Teknologi Hasil Hutan (THH)

Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang mampu dan mau menemukan, mengembangkan dan atau dapat menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang teknologi hasil hutan secara akademik.

1. Menyiapkan peserta didik menjadi tenaga kerja yang professional di bidang teknologi hasil hutan dan mempunyai tekad untuk menerapkan azas kelestarian hutan (Sustained yield) dalam berkarya.

2. Memberikan landasan yang kuat dalam bidang ilmu teknologi hasil hutan sebagai dasar untuk pendidikan stratum S2 dan S3 dalam peningkatan kualitas sumberdaya manusia Indonesia.

3. Sasaran program studi adalah untuk menghasilkan sarjana Kehutanan yang mampu mengelola hutan untuk mencapai kelestarian hutan.

Analisa SWOT

(S) Masih terjalin kerjasama yang baik antar lembaga, universitas dan masyarakat untuk mencapai misi, visi dan tujuan. (W) Perlu adanya perbaikan penyediaan sarana dan prasarana yang lebih memadai dan pemantapan program yang ada sehingga proses PBM akan berjalan lebih baik. (T) Fakultas Kehutanan merupakan sektor yang saat ini perlu untuk lebih dikembangkan demi kelestarian hutan yang berkesinambungan. (O) Pada era globalisasi akan lebih menambah persaingan dalam segala bidang.

B. Mahasiswa

a. Sistem Rekruitmen dan Seleksi

Pada dasarnya seluruh mahasiswa di Fakultas Kehutanan UMSB, direkrut setiap awal tahun ajaran baru. Perekrutan dilakukan dengan system seleksi dari calon mahasiswa yang mendaftar. Calon mahasiswa disyaratkan dari siswa lulusan SMK Kehutanan, SMU, MAN. Fasilitas diberikan kepada siswa yang berprestasi mendapatkan rangking 1 sampai dengan 10 di kelasnya diterima tanpa mengikuti tes, dan diberi dispensasi pemotongan uang pembangunan. Fasilitas juga diberikan kepada anak yatim dan anak kurang mampu yang berprestasi, juga bagi anak keluarga warga Muhammadiyah yang membawa surat rekomendasi dari Pimpinan Cabang tempatnya.

Bagi calon mahasiswa transfer dari D3 Kehutanan, serta pindahan dari perguruan tinggi dengan program studi yang relevan, diterima dengan mengikuti ketentuan yang berlaku, yaitu dengan sistem konversi atau penyesuaian nilai dari perguruan tinggi asalnya.

Untuk menjaring mahasiswa baru setiap tahunnya dilakukan kegiatan promosi, kegiatan ini terpusat dilakukan tingkat Rektorat. Khusus untuk Fakultas Kehutanan, penjaringan mahasiswa juga dilakukan dengan cara mengundang karyawan-karyawan instansi kehutanan, baik yang berpendidikan setingkat SMU maupun yang sudah Diploma.

Kegiatan promosi dilakukan melalui penyebaran selebaran (leaflet) dan pamflet, memasang spanduk, membuat kalender, stiker tempel, membuat cetakan yang bermisi promosi. Kegiatan dilapangan lainnya juga dilakukan dengan mengunjungi sekolah yang dianggap potensial. Dengan cara demikian ada kecenderungan bahwa penerimaan mahasiswa baru di Fakultas Kehutanan UMSB meningkat dari tahun ketahun. Walaupun hasil maksimal belum diperoleh, sehingga target yang diinginkan masih belum terpenuhi.

b. Profil Mahasiswa

Mahasiswa Fakultas Kehutanan pada umumnya yang masuk dan diterima mempunyai alasan yang relatif sama yaitu karena tertarik menjadi tenaga di bidang kehutanan sementara Fakultas Kehutanan belum ada di universitas lain di Sumatera Barat. Oleh sebab itu potensi mahasiswa tersebut telah sesuai dengan harapan dari input untuk mencapai visi dan misi Fakultas Kehutanan UMSB.

Untuk mendukung maksud tersebut, masing-masing mahasiswa diberikan seorang dosen Penasehat Akademik (PA). Konsultasi dengan dosen PA dapat dilakukan setiap saat dan secara perlahan jumlah mahasiswa setiap tahun terus meningkat, begitu pula jumlah lulusan yang dikeluarkan dari Fakultas Kehutanan UMSB. Alumni Fakultas Kehutanan UMSB telah bekerja diberbagai lapangan kerja swasta dalam hal ini perusahaan kehutanan, pegawai negeri, BUMN, BUMD, dosen PTS dan mahasiswa yang sudah bekerja kembali kekantor asalnya. Alumni yang lulus dengan predikat cum laude dan mempunyai bakat untuk menjadi dosen diberi kesempatan menjadi dosen di Fakultas Kehutanan UMSB, dan dibina oleh dosen yang lebih senior.

c. Keterlibatan Mahasiswa dalam berbagai Komisi dan Kegiatan Ekstrakurikuler

Pembinaan kegiatan kemahasiswaan dilakukan melalui organisasi-organisasi universitas, antara lain berupa Senat Mahasiswa Fakultas (SMF), Badan Legislatif Mahasiswa (BLM), Satuan Resimen Mahasiswa (Satmenwa), Mahasiswa Muslim Pencinta Alam (Malimpa), dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Selain itu di UMSB juga ada organisasi kemahasiswaan yang berbentuk ekstra universitas, akan tetapi intra Muhammadiyah yaitu organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Diantara bentuk-bentuk kegiatan yang dikelola secara terpadu untuk “mengasah” keterampilan dan kepemimpinan mahasiswa, Kemah Bakti Mahasiswa, ekspedisi-ekspedisi pendakian sejumlah pegunungan di Sumatera dan Jawa, Pendidikan jurnalistik, Pengembangan Olah Raga dan Seni, Koperasi Mahasiswa, Lomba Busana Muslimah dan berbagai kegiatan olah raga.

Kepada para aktivis kemahasiswaan juga diberikan kesempatan untuk mengikuti event kegiatan kemahasiswaan tingkat daerah dan nasional, baik yang dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional RI maupun yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Seluruh mahasiswa UMSB berpeluang untuk memperoleh beasiswa, yang penilaiannya dilakukan berdasarkan aktivitas kemahasiswaan dan kemampuan akademisnya, selama selama mengikuti perkuliahan di UMSB. Beasiswa ini bersumber dari Yayasan Supersemar, Depdiknas RI melalui paket beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA), dan lain-lain. Sampai tahun akademik 2003 mahasiswa Fakultas Kehutanan UMSB yang telah menerima beasiswa PPA sebanyak 37 orang, beasiswa BBM sebanyak 36 orang, Beasiswa Kerja Mahasiswa (BKM) sebanyak 43 orang, dan beasiswa bantuan PKL 31 orang. Jumlah penerima beasiswa sebanyak 147 orang

d. Keberlanjutan Penerimaan Mahasiswa (Minat Mahasiswa)

Mengingat Program Studi Teknologi Hasil Hutan Fakultas Kehutanan UMSB merupakan satu-satunya yang ada di Sumatera Barat, sementara tenaga di bidang ini dibutuhkan pada lapangan pekerjaan yang ada, maka diharapkan untuk tahun-tahun mendatang peminat Program ini akan lebih meningkat.

e. Pelayanan Untuk Mahasiswa

1. Bantuan tutorial yang bersifat akademik

Mahasiwa diberikan tutorial yang bersifat akademik untuk mata kuliah tertentu yang membutuhkan bimbingan seperti mata kuliah statistik, bahasa Inggris dan.lain-lain

2. Informasi dan Bimbingan Karir

Lulusan Program Sudi ini mendapatkan informasi dan bimbingan karir dari intansi-instansi terkait seperti Dinas Kehutanan, Industri yang bergerak di bidang kehutanan, Hak Pengusaha Hutan, Dinas Perkebunan, Badan Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Alumni yang.telah mendapatkan pekerjaan,

3. Konseling Pribadi dan Sosial

Kepada setiap mahasiswa di Program Studi Teknologi Hasil Hutan di Dosen Penasehat Akadamik

Analisa SWOT:

(S) Mahasiswa merupakan salah unsur utama dalam mengembangkan Program Studi. Asal daerah mahasiswa sampai keluar Sumatera Barat. Bantuan tutorial dan bimbingan yang diberikan sudah cukup baik. Masih adanya kerjasama dengan Pemda dan pengusaha khususnya bidang kehutanan (W) Jumlah mahasiswa harus ada peningkatan baik kuantitas maupun kualitas pada penerimaan tiap tahunnya. (O) Tersedianya beasiswa dari Dirjen Dikti melalui Kopertis Wilayah X Padang. Meningkatkan jumlah mahasiswa dalam menerima beasiswa. Jumlah lulusan SMU masih cukup banyak Mempertahankan mutu lulusan dan melakukan perbaikan dalam bidang promosi. (T) Semakin ketatnya persaingan dalam penerimaan mahasiswa. Masih kurang dikenalnya Fakultas Kehutanan UMSB di masyarakat luas. Adanya perguruan tinggi lain yang membukan program studi yang sama.

C. Dosen dan Tenaga Pendukung

1. Sistem Rekruitmen dan Seleksi Dosen serta Tenaga Pendukung

Perekrutan dosen dilakukan dari dosen tetap PNSD dpk yang berasal dari Kopertis, ada yang langsung dan yang melalui persetujuan (usulan) dari Fakultas Kehutanan UMSB. Untuk Dosen Yayasan dipilih malalui seleksi bersama oleh jurusan dan pimpinan fakultas dengan persetujuan BPH. Bagi dosen luar biasa direkrut dari dosen universitas negeri dalam hal ini Universitas Andalas dan pihak luar lainnya yang mempunyai kompetensi, dengan persetujuan pimpinan instansi asalnya. Karyawan direkrut dari alumni yang berprestasi dan angkatan muda Muhammadiyah yang berpengalaman sesuai dengan kebutuhan.

2. Pengelolaan Dosen dan Tenaga Pendukung

Dosen-dosen yunior dibina oleh dosen-dosen senior dan diberi peluang mengikuti pelatihan-pelatihan, dan peningkatan kemampuan dosen melalui pendidikan yang lebih tinggi. Begitu juga bagi karyawan selalu diberikan pembinaan tingkat universitas, dan diikutkan dalam kepanitiaan baik ditingkat fakultas maupun Universitas. Bagi dosen dan karyawan yang dirasa kinerjanya rendah dilakukan pembinaan, dan bila tidak ada perubahan dan kondisinya tidak memungkinkan lagi diberikan kebijaksanaan sendiri.

3. Profil Dosen dan Tenaga Pendukung

Dengan sistem rekruitmen yang dilaksanakan itu, pemberian kesejahteraan serta sangsi terhadap dosen dan karyawan yang dimiliki mempunyai daya kompetensi dan sangat mendukung kelancaran proses belajar mengajar. Dari sini diharapkan dapat dihasilkan lulusan yang sanggup bersaing dilapangan pekerjaan. Dosen yang berpendidikan S3 = 4%, S2 = 52%, dan S1 = 43%. Untuk tenaga pendukung di Fakultas Kehutanan ada 3 orang untuk bidang administrasi umum dan akademik.

4. Karya Akademik Dosen

Kegiatan penelitian yang dilakukan oleh dosen tetap umumnya mempunyai ruang lingkup pada penelitian bidang kehutanan, yang mencakup bidang dasar kehutanan maupun bidang terapan. Hasil penelitian ada yang telah dipublikasikan pada jurnal ilmiah tingkat nasional. Hasil penelitian yang telah dipublikasikan mencapai 3 buah, dan pengabdian pada masyarakat sebanyak 4 buah.. Penelitian bidang dasar pada umumnya mendukung materi ajar dan penelitian terapan untuk meningkatkan mutu ditengah-tengah masyarakat. Kegiatan pengabdian pada masyarakat dilakukan bersamaan dengan kegiatan kemah bakti mahasiswa, berupa penyuluhan kepada masyarakat tentang aspek-aspek penting dari hutan dan lingkungan.

Secara persentase kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat dirasa masih rendah. Keadaan ini disebabkan oleh terbatasnya jumlah dosen tetap dan sedikitnya biaya yang tersedia untuk kegiatan ini. Walaupun demikian kegiatan ini juga ada yang didanai dari luar seperti dari Kopertis Wilayah X, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas RI.

5. Peraturan Kerja dan Kode Etik

Ketentuan yang diberlakukan bagi setiap dosen adalah disamping sebagai staf pengajar juga diwajibkan atau ditunjuk sebagai pembimbing skripsi, praktek umum dan PKL, penasehat akademik dan memberikan kuliah tutorial sebanyak 16 kali tatap muka untuk setiap mata kuliah persemesternya dan memberikan bimbingan dipraktikum di laboratorium maupun di lapangan. Kode etik dosen telah diatur dalam SK Rektor UMSB tahun 2003

6. Pengembangan Staf

Pada saat ini di Program Studi Teknologi Hasil Hutan ada 2 orang Dosen Tetap yang sedang mengikuti program Doktor (S-3) yaitu 1 orang di Institut Pertanian Bogor dan satu orang di Universiti Teknologi Malaysia

7. Keberlanjutan Pengadaannya dan Pemanfaatan Staf

Untuk setiap tahunnya masih dibutuhkan penambahan dan penerimaan dosen Tetap Yayasan, Dosen PNS dpk dan Dosen Luar Biasa terutama untuk mengajar mata kuliah keahlian.

Analisa SWOT:

(S) Masih terjalinnya kerjasama dengan PTN di Sumatera Barat. Tersedianya Dosen yang sesuai dengan bidang kehutanan. Diberikannya kesempatan dosen tetap untuk melanjutkan pendidikan lanjutan, dan pelatihan-pelatihan untuk pengembangan profesinya. Karyawan administrasi cukup memadai (W) Masih kurangnya jumlah Dosen Tetap Yayasan. Keterbatasan dana untuk memberikan beasiswa kepada Dosen Tetap yang sedang melanjutkan studi, Hasil karya ilmiah belum banyak diterbitkan di majalah ilmiah. Masih rendahnya keinginan dosen dosen untuk melakukan penelitian. (O) Masih adanya kesempatan untuk mendapatkan bantuan biaya penelitian, baik dari Kopertis Wilayah X maupun dari Dirjen Dikti Depdiknas. Informasi untuk kesempatan pendidikan cukup baik. (T). Kurang adanya pelatihan untuk staf administrasi di Kopertis Wilayah X. Keterbatasan dana yang disediakan oleh Yayasan maupun Perguruan Tinggi.

C. Kurikulum

Kurikulum merupakan rencana kegiatan akademik untuk memandu mahasiswa dalam upaya memperoleh seperangkat kemampuan yang dapat dipakai sebagai bekal awal dalam kehidupan dan fungsinya di masyarakat. Untuk itu di Program Studi Teknologi Hasil Hutan telah memberikan bekal dasar dimaksud kepada mahasiswa yang berpedoman pada Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Kebudayaan Republik Indonesia nomo: 232/U/2000. Komponen kurikulum di Program Studi Fakultas Kehutanan pada saat ini memuat antara lain: Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK), Mata Kuliah Keilmuan dan Ketrampilan (MKK), Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB), Mata Kuliah Perilaku Berkarya (MKB) dan Mata Kuliah Berkehidupan Bersama (MBB) yang dibagi dalam dua kelompok yaitu:

a. Kurikulum Inti : merupakan kelompok bahan kajian dan pelajaran yang tercakup dalam program studi yang berlaku secara nasional atau yang lebih populernya dengan istilah Kurikulum Nasional.

b. Kurikulum Institusional : merupakan kelompok bahan kajian dan pelajaran yang telah disusun dan ditetapkan oleh UMSB dengan memperhatikan keadaan dan kebutuhan lingkungan serta ciri khas UMSB.

Pada Program Studi Teknologi Hasil Hutan Kurikulum inti mencakup 60 % dari seluruh jumlah SKS, sedangkan untuk Kurikulum Lokal sebayak 40 % dari jumlah seluruh SKS. Kurikulum Lokal ini adalah materi Al Islam Kemuhammadiyahan yang diberikan kepada mahasiswa dari semester I sampai semester VIII. Untuk memenuhi syarat memperoleh gelar kesarjanaan bidang kehutanan maka mahasiswa diwajibkan untuk membuat laporan akhir penelitian atau skripsi yang diberikan bobot sebanyak 6 SKS, dengan diawali dengan pengajuan proposal, melakukan penelitian dan ujian skripsi Struktur dan isi kurikulum Program Studi Teknologi Hasil Hutan adalah sebagai berikut:

I. MPK (Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian)

Yang isinya mencakup pengembangan manusia Indonesia yaitu: berilmu pengetahuan dan ketaqwaan kepada Allah, berbudi pekerti luhur, berkepribadian mantap, dapat bermandiri dan bertanggungjawab kebangsaan dan kemasyarakatan. Mata kuliah MPK adalah:

No

Mata Kuliah

Jumlah SKS

1

Pendidikan Agama

2

2

Pendidikan Pancasila

2

3

Kewiraan

2

4

Bahasa Indonesia

2

5

Bahasa Inggris

2

6

Metode Ilmiah

2

7

Al Islam dan Kemuhammadiyahan Reguler

6

II. MKK (Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan)

Adalah mata kuliah yang materinya memberikan landasan penguasaan ilmu dan keterampilan tertentu mata kuliah MKK adalah:

No

Mata Kuliah

Jumlah SKS

1

Statistik

6

2

Pengantar Ilmu Kehutanan

2

3

Fisika Dasar

3

4

Kimia Dasar

6

5

Biologi

3

6

Matematika

4

7

Silvika

3

8

Ekologi Hutan

3

9

Manajemen Hutan

2

10

Fisika Kayu

3

11

Mekanika Kayu

3

12

Kimia Kayu

3

13

Dasar-dasar Penggunaan dan Pemro-graman Komputer

3

14

Ilmu Tanah Hutan

3

15

Klimatologi

2

16

Konservasi Tanah dan Air

3

17

Struktur dan Sifat Kayu

3

18

Mesin-mesin Kehutanan

3

No

Mata Kuliah

Jumlah SKS

19

Praktek Umum (Perencanaan & Pengelolaan Hutan)

3

20

Penelitian Skripsi

4

21

Seminar Proposal

1

22

Praktek Kerja Lapangan

3

23

Perencanaan Pemanenan Hutan (Pilihan)

3

III. MKB ( Mata Kuliah Keahlian Berkarya)

Tujuan mata kuliah ini untuk mengahsilkan tenaga ahli dengan kerkaryaan berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai. Mata kuliah MKB adalah:

No

Mata Kuliah

Jumlah SKS

1

Silvikultur

3

2

Dendrologi

3

3

Perlindungan Hutan

3

4

Hasil Hutan Non Kayu

3

5

Pengeringan Kayu

3

6

Pengendalian Mutu Hasil Hutan

2

7

Perekatan Kayu

3

8

Teknologi Pulp dan Kertas

3

9

Pengawetan Kayu

3

10

Geodesi dan Kartografi

3

11

Inventarisasi Hutan

3

12

Fotogrametri dan Penginderaan Jauh

3

13

Kehutanan Masyarakat (Pilihan)

2

14

Pemanenan Hasil Hutan

3

15

Penggergajian dan Pengolahan Kayu

3

16

Pembukaan Wilayah Hutan

3

17

Keteknikan Hutan

3

18

Analisa Biaya Pemanenan

2

19

Teknologi Panel-panel Kayu (Pilihan)

3

20

Kayu sebagai Bahan Bangunan (Pilihan)

3

IV. MPB (Mata Kuliah Perilaku Berkarya)

Mata kuliah ini bertujuan untuk membentuk sikap dan perilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan dasar ilmu dan keterampilan yang dikuasai. Kelompok mata kuliah tersebut adalah:

No

Mata Kuliah

Jumlah SKS

1

Ilmu Sosial Dasar

2

2

Pengantar Ilmu Ekonomi

2

3

Dasar-dasar Manajemen

2

4

Ekonomi Sumberdaya Hutan

2

5

Konservasi Sumberdaya Alam Hayati

3

6

Penyuluhan Kehutanan (Pilihan)

2

7

Manajemen Industri (Pilihan)

3

V. MBB (Mata Kuliah Berkehidupan Bersama)

Mata kuliah ini diperlukan untuk dapat memahami kaidah kehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya. Yang termasuk dalam mata ini adalah:

No

Mata Kuliah

Jumlah SKS

1

Kebijaksanaan Hutan

4

2

Al Islam/Kemuhammadiyahan Profesi

4

3

Ilmu Kerja Hutan (Pilihan)

3

Dengan diberikannya bekal pada tingkat sarjana, khususnya untuk Sarjana Fakultas Kehutanan diharapkan setelah mahasiswa lulus dari UMSB diharapkan dapat mengaplikasikan ilmunya di masyarakat atau dunia kerja, dan mengembangkan ilmunya khususnya untuk bidang kehutanan, dengan demikian tujuan misi dan visi Fakultas Kehutanan secara tidak langsung telah tercapai.

Analisa SWOT

(S) Rancangan kurikulum disesuaikan dengan kurikulum nasional dan kurikulum lokal. Keluwesan memilih sesuai dengan minat. Adanya penyusunan buku ajar BBPP, buku ajar, dan modul praktikum untuk menjaga integrasi, relevansi. Praktek Kerja Lapangan dan Praktek Umum untuk pendalaman materi dan proses transfer dalam mempersiapkan kearah kesempatan bekerja. (W) Muatan kurikulum nasional masih mendominasi. Kemampuan untuk penyusunan GBPP, buku ajar dan handout masih belum cukup mendukung. Sarana dan media penunjang yang masih terbatas.. Tingkat kemampuan staf pengajar dalam mengajar materi sesuai kurikulum. Pemakaian secara maksimal berbagai sarana yang ada dan kerjasama dengan berbagai pihak. Masih memakai kurikulum tahun 1994 (O) Program studi untuk menyusun kurikulum sesuai dengan SK 232/U/2000. Diperlukan kemampuan, baik pimpinan mapun staf untuk menyusun kurikulum atau satuan acara perkuliahan. Bidang kehutanan masih memberikan peluang untuk dikembangkan. (T) Persaingan yang semakin ketat untuk mendapatkan lapangan pekerjaan dan tututan untuk menjadi sarjana siap pakai. Perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi yang cukup pesat.

E. Sarana dan Prasarana

1. Pengelolaan, pemanfaatan dan pemeliharaan sarana dan prasarna

Untuk kegiatan pengelolaan sarana yang diperuntukan bagi Fakultas Kehutanan telah diberikan wewenang penuh oleh Universitas untuk mengelola dan memanfaatkan fasilitas pendukung dengan sebaik-baiknya. Dan untuk pemeliharaan dan pengadaan Universitas memberikan dana bantuan sepenuhnya untuk keperluan dimaksud.

2. Ketersediaan Prasarana Tanah, Bangunan dan lain-lain

Fakultas Kehutanan adalah bagian integral yang tak terpisahkan dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Fakultas Kehutanan UMSB sekarang menempati Gedung I berlantai tiga kampus terpadu UMSB, di Jalan Pasir Kandang Nomor 4 Kecamatan Koto Tangah Kotamadya Padang, dengan luas tanah keseluruhan mencapai 5,30 ha. Fasilitas ruangan yang dimiliki antara lain 4 ruang kuliah dengan kapasitas masing-masing 50 orang mahasiswa, 1 ruangan seminar sekaligus untuk ruangan ujian komprehensif dengan kapasitas 50 orang mahasiswa. 1 ruangan aula dengan kapasitas 100 orang mahasiswa, 4 ruangan Laboratorium (yaitu 2 ruangan Laboratorium Dasar, 1 ruangan Laboratorium Pengerjaan Kayu, dan 1 ruangan Laboratorium Komputer), 1 ruangan untuk ruang kegiatan kemahasiswaan, 1 ruangan gudang, 1 ruangan besar (yang dipakai untuk kantor Tata Usaha, ruang Dekan, ruang Pembantu Dekan, ruang juruasan Teknologi Hasil Hutan, ruang dosen, dan ruang tamu) yang luas semuanya lebih kurang 2.800 meter bujur sangkar, 1 buah mesjid dengan kapasitas 900 orang jamaah). Selain itu juga dilengkapi dengan lapangan olah raga, lapangan parkir, kantin, dan setiap tingkat ruangan dilengkapi dengan kamar kecil (WC) yang luas semuanya lebih kurang 600 meter bujur sangkar. Dengan sarana yang dimiliki tersebut dirasa telah mencapai rasio jumlah mahasiswa dan dosen dengan bangunan, dimana luas keseluruhannya mencapai 5.000 meter bujur sangkar (4 meter bujur sangkar untuk tiap mahasiswa).

Jika pertumbuhan mahasiswa diperkirakan 20% per tahun, sampai dengan tahun 2005 ratio gedung dengan mahasiswa masih 2 : 1. Ratio ini masih memadai untuk mencapai visi, misi, dan tujuan program studi, apabila dilakukan kegiatan akademis pagi dan sore hari. Pemanfaatan prasarana dalam lembaga diatur dalam bentuk kerjasama maupun izin antar unit dalam lembaga.

Perpustakaan 120 M 2, laboratorium kimia 56 M2, labor biologi 56 M2, labor penggergajian kayu fakultas kehutanan 90 M2, labor komputer 56 M2, labor fisika 56 M2, peralatan pemetaan 1 set ruang kuliah, perputakaan khusus untuk fakultas/dosen, ruang pimpinan, ruang tata usaha, ruang dosen dan ruang tamu.

Dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang umumnya ada, diharapkan dapat mendorong kegiatan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, dan tidak mengalami hambatan dalam kegiatan akademik. dan tersedianya dana setiap semester yang bersumber dari rektorat, maka penambahan fasilitas/ peralatan utama dapat disesuaikan dengan pertambahan mahasiswa. Hal ini juga didukung melalui kerja sama dengan instansi lain. Ratio ketersediaan sarana dibandingkan dengan keberadaan mahasiswa saat ini dapat dikategorikan cukup memadai.

Pertambahan sarana dan prasarana pendukung pendidikan berpengaruh langsung dengan pertambahan mahasiswa dalam kondisi saat ini. Sarana yang telah dicapai saat kini sudah lebih dari cukup mendukung proses belajar mengajar dalam rangka mencapai visi, misi, dan tujuan institusi. Setiap kegiatan yang ada di Fakultas Kehutanan UMSB sekarang ini memiliki kedudukan yang sama dalam penggunaan sarana dan prasarana yang ada, yang diatur melalui aturan yang jelas, baik kegiatan di dalam maupun kegiatan di luar lingkungan perguruan tinggi.

Pada umumnya kegiatan kurikuler berjalan sesuai dengan program yang telah ditetapkan, dan yang direncanakan oleh dosen. Pelaksanaan sebagian besar di kampus sendiri kecuali untuk mata kuliah yang memerlukan praktikum di lapangan. Kerjasama telah terjalin baik melalui Asosiasi Pengusaha Hutan Indoensia (APHI), Dinas Kehutanan dan Balai KSDH. Sesuai dengan fakultas yang ada, maka laboratorium yang ada kaitannya dengan Fakultas Kehutanan juga mnerima praktikum mahasiswa S1 Fakultas Pertanian Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Andalas, S2 Teknologi Industri Pertanian Program Pascasarjana Universitas Andalas dan penelitian S1 dan S2 mahasiswa kedua Program Studi tersebut.

Analisa SWOT.

(S) Gedung sudah milik sendiri. Jumlah ruang kuliah, laboratorium, perpustakaan cukup memadai. Pengelolaan prasarana cukup baik. Jumlah buku referensi cukup. (W) Kondisi ruang perkuliahan memerlukan perbaikan ruangan. Jumlah ruang kerja dosen masih kurang. Ruang kantor administrasi, ruang pertemuan/rapat dosen perlu diperbaiki. Peralatan laboratorium perlu disempurnakan. (O) Adanya perencanaan penambahan prasarana gedung dan perencanaan perbaikan sarana dan prasarana. Meningkatkan jumlah sarana dan prasarana dan buku perpustakaan. Pemberian otonomi program studi dalam hal pengeloaan sarana dan prasarana. Penataan ruangan masing-masing bagian. (T) Keterbatasan dana untuk melakukan penyempurnaan sarana dan prasarana. Semakin tinggi harga sarana yang diperlukan.

F. Keuangan/Pendanaan

1. Sumber dana dan pembiayaan

a. Penerimaan

1). Dari Pemerintah: Gaji dosen PNSD dpk

2). Dari Masyarakat: Uang pendaftaran, uang Pembangunan, uang kuliah, uang praktikum, uang PU, uang PKL, uang ujian dan tugas akhir.

3) Dana Bantuan Operasional dari Dikti Depdiknas

4) Bantuan Pemda Sumatera Barat

b. Pengeluaran

1). Uang langganan Jurnal Ilmiah, dan Koran (0,1% dari penerimaan).

2). Gaji pimpinan, dosen tetap yayasan, dosen luar biasa, tenaga administrasi, honorium staf luar biasa, dan cleaning service (45% dari penerimaan)

3). Pembelian alat tulis kantor (5% dari penerimaan)

4). Uang praktikum (7,5% dari penerimaan)

5). Pembelian buku, alat-alat dan bahan laboratorium (5% dari pengeluaran)

6). Kegiatan kemahasiswaan (2,5% dari penerimaan)

7). Rapat-rapat tingkat lembaga dan program studi (0,6% dari penerimaan)

8). Biaya perjalanan dinas, sumbangan dan lain-lain (0,2% dari penerimaan)

9). Biaya promosi (2,5% dari penerimaan)

10). Sumbangan sosial lainnya (0,1% dari penerimaan)

2. Batas Ambang

a. Dana diperoleh dari rektorat

1). Dari masyarakat = 720.000.000,-/ 891.600.000,- = 80,75%

2). Dari pemerintah = 171.000.000,-/ 891.600.000,- = 19,17%

b. Struktur Penerimaan dan pengeluaran

1). Penerimaan

a). Penerimaan dari Pemerintah: Gaji dosen PNSD dpk: 171.000.000,-/ 891.600.000,- = 80,75%

b). Penerimaan dari masyarakat (mahasiswa): 720.000.000,-/ 891.600.000,- = 80,75%


2). Pengeluaran

a). Gaji dosen PNSD dpk = 19,17%

b). Gaji pimpinan, dosen tetap yayasan, dosen luar biasa, tenaga administrasi, dan cleaning service (45%)

c). Kegiatan kemahasiswaan (2,5%)

d). OPF (28,5%)

Analisa SWOT:

(S) Masih tersedianya dana untuk kegiatan operasional program studi dalam setiap bulannya dari Universitas. Masih adanya dana bantuan operasional dari Pemerintah. (W) Perlu adanya perbaikan kesejahteraan bagi pengelola program studi. Belum tersedianya dana pemeliharaan di program studi untuk sarana dan prasarana. (O) Pendekatan sponsor/donatur tetap untuk membantu perbaikan sarana dan prasarana. Meningkatkan jumlah mahasiswa. Pemakaian labor bersama antar universitas bagi yang memerlukan. (T) Kegiatan proses belajar mengajar kurang berjalan dengan baik bila penyediaan dana kurang memadai. Kualitas/mutu lulusan kurang baik

G. Tata Pamong

1. Struktur dan Suasana Organisasi

Pengembangan organisasi Fakultas Kehutanan UMSB disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku secara umum bagi perguruan tinggi di Indonesia, maupun ketentuan yang berlaku khusus bagi perguruan tinggi. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 60 tahun 1999, organisasi Fakultas Kehutanan UMSB terdiri-dari unsur-unsur sebagai berikut:

a. Senat Fakultas

b. Unsur pimpinan Fakultas, yaitu Dekan dan Pembantu Dekan

c. Unsur pelaksana akademik, yaitu Jurusan dan Lembaga Penelitian dan Pengembangan yang terdiri dari: Pengkajian dan Pengembangan Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK), Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM)

d. Unsur pelaksana administrasi, yaitu ketatausahaan (administrasi umum, administrasi akademik dan kemahasiswaan)

e. Unsur penunjang, yaitu Perpustakaan, dan laboratorium-laboratorium

Tentang lembaga dan unit pelaksana teknis, agar lebih jelas berikut ini dideskripsikan secara singkat spesifikasi tugas masing-masing lembaga dan unit.

1. Lembaga

a. Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam dan Kemuhammadiyahan (PPPIK):

Merupakan unsur pelaksana akademik yang melaksanakan pembinaan kehidupan beragama serta studi keislaman dan kemuhammadiyahan.

b. Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (PPPM)

Merupakan unsur pelaksana akademik yang melaksanakan kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Aktivitas PPPM adalah mengkoordinasikan kegiatan penelitian serta pengelolaan dan pengembangan bakti social, kerja lapangan, pengelolaan desa binaan serta pelayanan masyarakat.

2. Unit Pelaksana Teknis (UPT)

a. Perpustakaan

Perpustakaan mempunyai tugas pelayanan bahan perpustakaan untuk keperluan pendidikan

b. Laboratorium-laboratorium

Laboratorium sebagai sarana untuk praktek dan penelitian mahasiswa

4. Pimpinan dan Pembantu Pimpinan Fakultas Kehutanan UMSB

Dekan : Prof. Dr. Ir. Anwar Kasim

Pembantu Dekan : Dra. Yumarni, M.Si.

Ketua Jurusan THH : Ir. Desyanti, M.Si.

Sekretaris Jurusan THH : Drs. Zulmardi, M.Si.

Kepala Tata Usata : Dra. Sudarti Rasul

Bendahara : Lily Haryani, S.Si.

Pelayanan Kantor : Hasan

Pembantu umum : Effendi, Uzmin

Bagan Struktur Organisasi Fakultas Kehutanan

Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

REKTOR

PR I

PR II

PR III

Pembantu Dekan

KTU

Adm. Dan Keu.

Staf

Jurusan THH

Dosen

Bidang Kemahasiswaan

Dan Alumni

Pusat Pengembangan

Pusat Penelitian dan

Pengabdian pada Masyarakat

Mahasiswa

DEKAN


Analisa SWOT

(S) Telah adanya struktur organisasi yang baku. Kualitas personil sesuai yang disyaratkan. Rencana dan tugas serta fungsi masing-masing bagian sudah jelas. Pengembangan struktur oraganisasi yang sejalan dengan otonomi program studi. (W) Jumlah personil bidang akademik masih kurang. Rendahnya insentif. Kurangnya otonomi program studi. Kurangnya sarana penunjang dalam kegiatan program studi. (O) Otonomi program studi secara luas dalam tata pamong. Pengembangan struktur organisasi yang sejalan dengan otonomi program studi. Penambahan pesonil akademik. Mengurangi birokrasi. Peningkatan pengelolaan administrasi pada tingkat fakultas. Peningkatan kualitas dan kuantitas personil.(T) Belum dapat mengembangkan struktur organisasi karena terdapatnya keterbatasan yang dimiliki

H. Pengelolaan Program

Mekanisme pengelolaan Program Studi Teknologi Hasil Hutan yang khas terlihat pada kedudukan, tugas dan wewenang sebagaimana yang telah disebutkan pada poin G di atas. Dalam hal evaluasi yang bertujuan untuk mengetahui keberhasilan penyelenggaraan kegiatan akademik terutama dalam belajar mengajar adalah dengan melakukan Ujian Tengah Semester (UTS), Ujian Akhir Semester (UAS) dan Ujian Sarjana.

Fakultas Kehutanan UMSB sejak tahun 1996 telah berstatus Terdaftar. Setiap waktu Fakultas Kehutanan UMSB melakukan penelusuran keberadaan alumni yaitu dari informasi dan pantauan dari berbagai sumber dengan cara pengumpulan kartu nama diperoleh informasi bahwa kiprah dan keadaan alumni telah mencakup ke berbagai lapangan kerja baik sebagai pegawai negeri, pegawai swasta, misalnya pada tahun 2002 yang lalu ada 6 alumni yang telah diterima sebagai pegawai negeri sipil bidang kehutanan di Pesisir Selatan, Payakumbuh dan Sawahlunto Sijunjung. Mutu lulusan secara relatif umumnya telah sesuai dengan yang diharapkan oleh lapangan kerja. Untuk meningkatkan pengembangan program Fakultas Kehutanan, saat ini telah menjalin hubungan kemitraan dengan berbagai instansi yang terkait khususnya dalam bidang kehutanan antara lain: PT. Lembah Sunkyong, Inhutani IV, Minas Pagai Lumber Corporation, Balitbang Industri Depperindag, Politeknik Teknologi Universitas Andalas, dan pada bulan Agustus 2003 Fakultas Kehutanan UMSB ditunjuk sebagai pelaksana Seminar Nasional Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia (MAPEKI).

Dampak hasil evaluasi program terhadap pengalaman dan mutu pembelajaran siswa terlihat pada kegiatan praktek umum dan praktek lapangan mahasiswa yang secara langsung dapat memberikan pengalaman lapangan kepada mahasiswa secara umum dalam hal budidaya hutan.

Analisa SWOT

(S) Masih terjalinnya kerjasama dengan lembaga lain yang terkait dengan bidang kehutanan. Dedikasi personil cukup baik. Terciptanya hubungan kerjasama yang baik antar personil. Perencanaan dilakukan secara berkesinambungan. Jaminan mutu terus ditingkatkan. (W) Status program studi belum terakreditasi. Pengelolaan disentralisasi pada universitas. Jumlah mahasiswa yang mendaftar masih kurang menggembirakan. (O) Adanya peraturan akreditasi Program Studi. Meningkatkan mutu kerjasama dengan instansi terkait, baik negeri maupun swasta. Adanya otonomi daerah. Perbaikan mutu lulusan agar lebih baik. (T) Masih dirasakan rendahnya pandangan masyarakat terhadap program studi yang belum Terakreditasi. Rata-rata masih rendahnya mutu calon mahasiswa. Semakin tinggi persaingan lapangan kerja.

I. Proses Pembelajaran

1. Misi Pembelajaran

a. Pengembangan/Peningkatan Kompetensi yang diharapkan

Pada kurikulum telah ditetapkan adanya mata kuliah yang mewajibkan mahasiswa untuk melakukan praktek Praktek Umum (PKU) pada akhir semester VI dan Praktek Kerja Lapangan (PKL) pada akhir semester VI. Mahasiswa wajib seminar proposal, skripsi dan menghadiri seminar.

b. Efisiensi Internal dan Eksternal

Mahasiswa secara langsung dapat meningkatkan penalaran di bidang ilmunya, melatih daya kritis terhadap fenomena faktual, mendekatkan Perguruan Tinggi dengan dunia usaha dan memberikan umpan balik terhadap Fakultas Kehutanan UMSB. Sehingga kegiatan yang dilaksanakan lebih kurang 3 bulan efektif dapat dirasakan manfaatnya.

2. Mengajar

a. Kesesuaian Strategi dan Metode dengan Tujuan

Dalam kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan tatap muka, tutorial, praktikum di laboratorium maupun di lapangan yang disesuaikan dengan pencapaian tujuan Program Studi Teknologi Hasil Hutan.

b. Relevansi

Keterkaitan penerapan antara materi yang telah di susun dalam kurikulum dengan kegiatan belajar mengajar saat ini dapat dilaksanakan dengan baik.

c. Efisiensi dan Produktifitas

Dengan penggunaan waktu yang telah ditetapkan untuk kegiatan belajar mengajar pada setiap mata kuliah diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar mahasiswa. Hal ini dapat dilihat dari indeks prestasi mahasiswa pada setiap semesternya.

d. Struktur dan Rentang Kegiatan Mengajar

Dalam melaksanakan kegiatan mengajar dilakukan dengan pemakaian SAP, Diktat (buku ajar), literatur yang disesuaikan dengan kurikulum dengan kegiatan tatap muka sebanyak 16 kali dan 12 kali kegiatan praktikum di laboratorium atau di lapangan waktu 1 kali kegiatan dalam satu semester.

e. Penggunaan Teknologi Informasi

Penggunaan teknologi informasi yang digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar antara lain jurnal ilmiah yang berhubungan bidang kehutanan, pemakaian internet, hasil-hasil seminar bidang kehutanan.

3. Belajar

a. Keterlibatan Mahasiswa

Dalam kegiatan belajar mengajar di kelas keterlibatan mahasiswa terlihat dengan adanya diskusi, tanya jawab, pengerjaan soal-soal latihan dan untuk kegiatan praktikum mahasiswa langsung terlibat dalam pemakaian/penggunaan alat labor alat yang dipakai untuk praktek di lapangan.

b. Peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan

1. Pengetahuan dan pemahaman materi khusus sesuai dengan bidangnya

Dari teori yang diberikan pada tatap muka selama 16 kali pertemuan mahasiswa dapat memahami dan mengembangkan pengetahuan yang didapat melalui kegiatan praktek kerja umum dan praktek kerja lapangan, penelitian skripsi.

2. Keterampilan umum dan yang dapat di transfer

Hal ini terlihat pada pelaksanaan mata kuliah Al Islam dan Kemuham-madiyahan dimana mahasiswa dibekali dengan praktek ibadah misalnya praktek sholat, penyelenggaraan jenazah dan lainnya.

3. Memahami dan memanfaatkan kemampuannya sendiri

Dengan pengetahuan atau potensi yang dimiliki oleh mahasiswa dapat secara langsung dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat, misalanya melalui kemah bakti mahasiswa, reboisasi pantai dan kampus UMSB.

4. Kemampuan belajar mandiri

Dengan berbekal ilmu yang didapat pada proses belajar mengajar, mahasiswa diberikan tugas-tugas seperti membuat laporan praktikum, membuat karya ilmiah untuk memotivasi kemampuan mahasiswa.

5. Nilai, motivasi d an sikap

Penilaian dilakukan dalam hal kedisiplinan, kemampuan akademis dan tingkah laku selama kegiatan belajar mengajar, dan untuk memotivasi mahasiswa yang mempunyai kemampuan akademik dan kegiatan perkuliahan yang masih rendah dilakukan dengan jalan membimbing dan pemberian tugas-tugas yang intensif.

4. Penilaian

a. Peraturan dan data mengenai kemajuan dan penyelesaian studi mahasiswa setiap tahun: dalam hal ini dilakukan dengan pemberian nilai hasil studi (transkrip nilai untuk setiap semesternya) yang didalamnya termasuk mencakup nilai tugas, nilai nilai praktikum, hasil ujian tengah semester dan nilai ujian akhir semester

b. Strategi dan metode penilaian , kemajuan dan keberhasilan mahasiswa:

Hal dapat dilihat dari keseriusan mahasiswa dalam mengikuti kegiatan perkuliahan dan kegiatan praktikum dan dapat dilihat hasilnya dalam pemberian nilai akhir pada setiap mata kuliah

c. Penentuan prediket kelulusan/yudisium : untuk menentukan yudisium mahasiswa diwajibkan telah memenuhi syarat-syarat/lulus untuk semua mata kuliah, PU, PKL telah melaksakan seminar proposal, melakukan penelitian, seminar hasil penelitian dan ujian skripsi.

d. Tanggapan mahasiswa terhadap proses pendidikan selama mereka studi dilakukan dengan pemberian quesioner kepada mahasiswa terhadap kegiatan perkuliahan di akhir semester.

Analisa SWOT

(S) Telah diterapkannya sistem kredit semester. Terpenuhinya jumlah perkuliahan dan materi pengajaran. Adanya kesesuaian antara strategi dan metode mengajar. Dosen yang mengajar sudah sesuai dengan bidang keahliannya dan telah mempunyai GBPP dan buku ajar. Kualitas lulusan di atas rata-rata. (W) Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan PBM perlu ditingkatkan. Jumlah kehadiran mengajar dosen masih perlu ditertibkan. Evaluasi terhadap kurikulum hendaknya dilakukan secara berkala (O) Peningkatan kualitas dosen melalui pendidikan lanjutan. Peningkatan prestasi mahasiswa melalui kegiatan seminar dan lainnya. Memberikan metode pengajaran yang lebih tepat. Melakukan penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan lapangan kerja (T) Tututan kualitas yang semakin tinggi. Persaingan yang semakin ketat Tuntutan menjadi sarjana siap pakai. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

J. Suasana Akademik

1. Sarana yang tersedia untuk memelihara interaksi dosen dengan mahasiswa, baik di dalam maupun di luar kampus dan untuk menciptakan iklim yang mendorong perkembangan dan kegiatan akademik/profesional

Untuk menciptakan interaksi yang baik antara dosen dan mahasiswa maka Fakultas Kehutanan telah menyediakan sarana dalam proses belajar mengajar antara lain penyediaan OHP dan alat-alat labor yang memadai baik dilaboratorium maupun di lapangan dan pemakaian lahan percobaan yang dimiliki oleh perusahaan yang mengelola bidang kehutanan melalui kerjasama.

2. Mutu dan kuantitas kegiatan interaksi akademik dosen, dan mahasiswa. Demikian juga interaksi dengan karyawan.

Dapat lihat dalam kegiatan proses belajar mengajar dan pemakaian laboratorium bersama misalnya: Fakultas Kehutanan dengan Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik UMSB.

3. Rancangan menyeluruh untuk mengembangkan suasana akademik yang kondusif untuk pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat:

Hal ini dilakukan dengan merencanakan kegiatan tahunan Fakultas Kehutanan misalnya melaksanakan kegiatan kemah bakti mahasiswa, penelitian dosen dengan bantuan dana dari UMSB, Dirjen Dikti melalui Kopertis Wilayah X dan dari Pemda Sumatera Barat. Untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan kerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMSB.

4. Keikutsertaan sivitas akademika dalam kegiatan akademik di kampus

Kegiatan ini pernah dilakukan dengan ikut serta berperan aktif dalam seminar Sehari pada tanggal 8 Juli 200 bekerja sama dengan PT. INHUTANI Unit Sumatera Barat, di Hotel Pangeran Padang Seminar MAPEKI pada tanggal 1-3 Agustus 2003 yang diadakan di Bukittinggi,

5. Pengembangan sikap ilmiah

Dilakukan dengan mengikuti seinar-seminar di luar kampus, misalnya: Seminar Nasional MAPEKI, Seminar Pusat Studi Lingkungan Hidup di Bukittinggi pada tahun 2003, dan Seminar Pengembangan Daerah Aliran Sungai Batanghari di Solok.

Analisa SWOT

(S) Laboratorium cukup memadai. Telah dilakukan kegiatan seminar tentang kehutanan yang melibatkan dosen dan mahasiswa. Karya mahasiswa telah dapat dilihat. Interaksi dosen dan mahasiswa berjalan dengan baik Masih terjalin kerjasama dengan instansi terkait. (W) Masih kurangnya sarana dan prasarana untuk promosi secara regional. Hasil karya mahasiswa belum bisa di sebarluaskan. Bantuan dari pihak-pihak terkait masing dirasa kurang terutama dalam pengembangan program studi. (O) Terbinanya kerjasama dengan beberapa lembaga instansi dan masyarakat. Masih tersedianya lahan/tempat untuk mengembangkan keterampilan mahasiswa. (T) Keterbatasan sarana dan prasarana untuk lebih mememuhi kegiatan akademik. Telah tumbuhnya perguruan tinggi lain yang membuka program studi yang sama di propinsi tetangga.

K. Sistem Informasi

1. Rancangan Pengembangan Sistem Informasi

Sesuai dengan panduan kerja ketatausahaan menjelaskan sistem informasi internal kampus dilakukan dengan menggunakan berbagai media yang tersedia antara lain:

- Surat-surat resmi inter dan antar pimpinan dan ke masing-masing program studi di unit-unit yang ada

- Selebaran-selebaran kertas yang ditempel pada papan pengumuman baik ditempel secara terbuka maupun tertutup pada program studi

- Earphone yang menghubungkan antara fakultas dengan unit lain

- Melalui pertemuan/musyawarah baik secara rutin maupun insidentil

- Jaringan Informasi Ekstern dengan menggunakan jasa telepon, surat kabar, majalah, brosur, radio, TV, spanduk dan ceramah/dakwah diberbagai kesempatan secara terjadwal.

2. Kecukupan dan Kesesuaian Sumberdaya, sarana dan preasarana pendukung untuk pemberdayaan sistem informasi

Untuk kelancaran aktivitas lembaga, pemenuhan kebutuhan sarana informasi dalam lingkungan kampus relatif cukup memadai, sistem penyimpanan melalui bagian administrasi umum dan akademik serta program studi dan data dapat diambil secara normal dan komputerisasi. Kelancaran sistem informasi juga didukung dengan ketersediaan almari arsip, filling cabinet dan komputer.

3. Efisiensi dan Efektifitas Pemanfaatan Sistem Informasi

Sistem informasi yang ada cukup baik untuk mendukung kegiatan PBM dan transformasi informasi cukup tinggi, karena setiap pengambilan keputusan dilakukan melalui rapat Pimpinan mulai dari Dekan sampai ke bagian tata usaha, hasilnya disosialisasikan melalui sistem informasi yang tersedia.

Dalam upaya pengembangan sistem informasi dengan kecenderungan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta globalisasi, masalah jaringan informasi eksternal akan dilengkapi dengan fasilitas yang lebih baik yang pemanfaatan informasi tersebut dilakukan oleh Bagian Tata Usaha dan program studi. Program jangka pendek direncanakan akan ketersediaan jaringan informasi melalui internet, penerbitan jurnal ilmiah dan alat elektronik lainnya sudah ada.

4. Keberadaan dan Pemanfaatan Internet.

Untuk yang ini sementara waktu belum terealisasi, yang tersedia baru earphone.

5. Keberadaan dan pemanfaatan internet.

Fasilitas internet baru terealiasi pada tingkat Rektorat yang dapat dipergunakan untuk bersama.

Analisa SWOT

(S) Sistem informasi secara sederhana telah tersedia. (W) Perlu pengembangan sistem sistem infomasi yang lebih baik. Keterbatasan dana untuk pengembangan sistem informasi. Perlu adanya biaya untuk pengadaan peralatan sistem informasi yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan (O) Adanya sarana yang perlu untuk dikembangkan sebagai sarana informasi. (T) Ketertinggalan dibidang informasi akan mengurangi mutu dan kualitas program studi

L. Sistem Jaminan Mutu

1. Pengelolaan Mutu Secara Internal pada tingkat Program Studi

Untuk pengelolaan mutu secara internal dilakukan dengan melengkapi alat laboratorium, buku perpustakaan yang berkaitan dengan program studi, peningkatan kualitas dosen dengan mengikuti program pendidikan lanjutan dan pelatihan-pelatihan bagi staf administrasi

2. Hubungan dengan Penjaminan Mutu pada Tingkat Lembaga

Dilakukan dengan penyediaan dana untuk kegiatan rutin Fakultas Kehutanan, sarana dan prasarana yang diperlukan untuk kegiatan belajar mengajar

3. Dampak Proses Penjaminan Mutu terhadap pengalaman dan mutu hasil belajar mahasiswa

Dengan tersedianya sarana dan prasarana serta dana yang cukup memadai maka proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik

4. Pengembangan Program : dilakukan dengan pemanfaatan dosen dari luar misalnya Saudara Nico Smith dan Belanda, pengajuan status Program Studi ke Badan Akreditasi Nasional, dan ijin menyelenggaraan program studi ke Dirjen Dikti Depdiknas RI.

5. Metodologi Baku Mutu: belum dapat direalisasikan

6. Evaluasi internal yang berkelanjutan: dilakukan dengan peninjauan kurikulum pada setiap periode, perbaikan dosen yang kurang berkualitas, pemberian materi tambahan (kursus) di luar jam kuliah, misalnya pelatihan bahasa Inggris dan komputer

7. Pemanfaatan hasil evaluasi internal dan eksternal/akreditasi dalam perbaikan dan pengembangan program

Pemanfaatan evaluasi secara internal dilakukan dengan adanya mutasi staf administrasi ke bagian lain dalam program studi, perubahan struktural, pengaturan ruang kerja yang lebih baik.

Pemanfaatan hasil evaluasi secara eksternal dilakukan dengan memperbaiki kinerja semua sivitas akademika, melengkapi bahan-bahan materi, sarana dan prasarana yang berkaitan dengan akreditasi.

8. Kerjasama dan Kemitraan Instansi Terkait dalam pengendalian mutu

Fakultas Kehutanan sejak tahun 1997 telah bekerja dengan Intansi terkait misalnya dengan Dinas Kehutanan, PT. Minas Lumber Corporation, PT. Lembah Sunkyong, PT. Inhutani IV, dan Universitas Andalas dalam hal penyediaan Dosen yang berkaitan dengan bidang kehutanan.

Analisa SWOT

(S) Laboratorium telah tersedia. Masih terjalin hubungan kerjasama dengan instansi terkait khususnya bidang kehutanan Kondisi daerah yang masih menunjang (W) Perlu peningkatan kualitas dosen maupun staf administrasi. Perlu adanya pemantapan tenaga laboran. Belum terakreditasinya program studi (O) Pengembangan program studi. Evaluasi dan perbaikan kurikulum secara berkala. Otonomi program studi dalam penyusunan kurikulum. (T) Tuntutan profesional yang semakin tinggi untuk memasuki lapangan kerja dengan persaingan yang semakin ketat.

M. Lulusan

1. Hasil Pembelajaran

a. Kompetensi yang dicapai dibandingkan yang diharapkan

Perbandingan antara mahasiswa yang masuk dengan yang lulus rata-rata 0 : 9, artinya jika jumlah mahasiswa yang masuk 30 orang maka yang lulus adalah 27 orang tiap tahunnya. Indek Prestasi kumulatif (IPK) rata-rata lulusan adalah 2,80, sedangkan persentase lulusan yang memiliki IPK dari 2,0 – 2,75 adalah 59%, IPK 2,76 – 3,0 adalah 30%, IPK 3,1 – 3,5 sebanyak 7%, dan IPK >3,6 sebanyak 2 %. Lama studi rata-rata mahasiswa Fakultas Kehutanan UMSB adalah 5 tahun.

b. Kesesuaian Kompetensi-kompetensi yang dicapai dengan tuntutan dan kebutuhan pemanfaat lulusan.

Hampir semua kebutuhan tenaga kehutanan pada daerah tingkat II di Sumatera Barat pada tahun 2002 telah menerima lulusan dari Program Studi Teknologi Hasil Hutan. Ada juga yang bekerja di HPH dan dosen di PTS lainnya.

c. Data Kemajuan, keberhasilan dan kurun waktu penyelesaian studi (termasuk IPK dan yudisum lulusan)

Hal ini dapat dilihat pada nilai hasil studi pada akhir semester dan kurun waktu penyelesaian studi mahasiswa rata-rata paling lama 5 tahun, untuk hasil yudisium mahasiswa dapat dilihat pada transkrip akademik masing-masing lulusa

d. Kepuasan/kualifikasi lulusan

Rata-rata lulusan dari Program Studi Teknologi Hasil Hutan adalah Sangat Memuaskan.

2. Kepuasan pemanfaat lulusan dan keberlanjutan penyerapan lulusan

Dengan diterimanya beberapa orang lulusan Program Studi Teknologi Hasil Hutan di Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera, maka dapat diartikan bahwa lulusan dari program studi ini cukup baik

Analisa SWOT

(S) Kualitas lulusan di atas rata-rata. IPK mahasiswa cukup baik. (W) Rata-rata lama studi masih di atas 4 tahun. Kurangnya motivasi mahasiswa untuk segera menamatkan studi. (O) Masih terbukanya kesempatan di instansi kehutanan yang siap menerima alumni program studi teknologi hasil hutan UMSB. Masih adanya industri swasta bidang kehutanan. (T) Persaingan lapangan kerja semakin ketat.

N. Penelitian, Publikasi, Skripsi

1. Kualitas, produktivitas, relevansi sasaran, dan efisiensi pemanfaatan dana penelitian pengabdian kepada masyarakat

Dalam kurun waktu 1 (satu) tahun sekali diperoleh dana untuk kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang diperoleh dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas RI melalui Kopertis Wilayah X Padang dari UMSB melalui LPPM yang telah dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh dosen dengan menggunakan sistem seleksi proposal yang diajukan.

2. Agenda, keberlanjutan, diseminasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat

Kegiatan ini dilakukan setiap satu kali dalam 1 tahun oleh LPPM UMSB

3. Kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bersama dosen dan mahasiswa

Kegiatan ini dilakukan oleh Program Studi Teknologi Hasil Hutan pada setiap 1 kali dalam 1 (satu) tahun, misalnya kegiatan Kemah Bakti Mahaiswa di Lubuk Alung dan kegiatan donor darah oleh mahasiwa Fakultas Kehutanan bekerjasama dengan PMI Cabang Padang yang dilaksanakan di kampus UMSB.

4. Hubungan antara pengajaran dan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat

Ilmu yang diperoleh dari hasil kegiatan belajar mengajar di kelas dapat dipraktekkan langsung pada kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, misalnya : mata kuliah konservasi sumberdaya alam hayati dapat langsung dipraktekkan dengan kegiatan penanaman kembali di hutan lindung atau kawasan pantai.

5. Banyak dan kualitas kegiatan penelitian dan publikasi dosen

Kegiatan penelitian dosen telah yang dipublikasikan pada tingkat nasional, misalnya pada seminar nasional MAPEKI di Bogor pada bulan Agustus 2002.

6. Hubungan kerjasama dan kemitraan

Telah terjalin hubungan kerjasama yang baik dengan Dirjen Dikti Depdiknas, Perguruan Tinggi yang membuka Fakultas Kehutanan seluruh Indonesia, MAPEKI, PT. Musi Hutan Persada dan APHI Sumbar.

7. Kualitas dan kurun waktu penyelesaian skripsi.

Penyelesaian skripsi oleh mahasiswa rata-rata memakan waktu 3 – 7 bulan dengan kualitas rata-rata baik

8. Publikasi hasil penelitian, karya inovatif dan rangkuman skripsi

Hal ini belum dapat direalisasikan

9. Produk program studi berupa model-model, hak paten, hasil pengembangan prosedur kerja, produk fisik sebagai hasil penelitian

Produk nyata dihasilkan oleh mahasiswa fakultas kehutanan antara lain, kertas daur ulang dengan memakai warna, papan partikel, papan serat dan kayu modifikasi.

Analisa SWOT

(S) Telah terbentuk lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Masih tersedianya bantuan dana dari Pemerintah maupun universitas. Masih terjalinnya hubungan kerjasama dengan masyarakat dan instansi terkait. (W) Kurang minatnya dosen untuk melakukan penelitian. Keterbatasan dana untuk penelitian dosen. Kurang melibatkan mahasiswa dalam melakukan penelitian bersama Kurang minatnya mahasiswa untuk menyelesaikan skripsi sesuai jadwal. (O) Masih adanya sponsor penyandang dana penelitian. Masih tumbuh dan berkembangnya media publikasi ilmiah Masih adannya lembaga/instansi pemerintah untuk melibatkan perguruan tinggi dalam perencanaan dan penelitian (T) Adanya lembaga lain atau LSM non perguruan tinggi. Adanya tuntutan hasil penelitian yang siap pakai oleh suatu lembaga.

V. ANALISA SWOT PROGRAM STUDI TEKNOLOGI HASIL HUTAN

(S) Dari pengamatan bahwa masih kurangnya tenaga kehutanan yang berpendidikan tinggi di Sumatera Barat khususnya dan di Sumatera pada umumnya, disebabkan oleh belum adanya Universitas di Sumatera Barat baik negeri maupun swasta yang membuka Fakultas Kehutanan kecuali di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB). Dengan demikian animo masyarakat untuk memasuki Fakultas Kehutanan UMSB terus meningkat. Berdasarkan kecenderungan tersebut, Fakultas Kehutanan UMSB terus berupaya meningkatkan kualitas lulusan yang siap memasuki dunia kerja. Untuk itu Fakultas Kehutanan UMSB selalu berusaha untuk menyempurnakan kurikulum dan pelaksanaan kegiatan akademik agar sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.(W) Masih dirasakan terbatasnya jumlah dosen perguruan tinggi negeri di Sumatera Barat untuk bidang Kehutanan, dan tidak ketatnya tingkat persaingan calon-calon mahasiswa baru karena jumlah dan minat calon masih rendah. (O) Saat ini telah ada dosen Fakultas Kehutanan yang sedang pendidikan lanjutan (S3) di IPB Bogor dan IST Malaysia, disamping itu masih terjalinnya hubungan kerjasama dengan instansi terkait untuk menunjang kemajuan Fakultas Kehutanan. Untuk lebih memperkenalkan Fakultas Kehutanan ke masyarakat luas dilakukan kegiatan promosi dan mengadakan kegiatan seminar dan pengabdian masyarakat. (T) Semakin ketatnya persaingan dalam penerimaan mahasiswa antara perguruan tinggi. Masih kurang dikenalnya Fakultas Kehutanan UMSB di masyarakat luas. Adanya perguruan tinggi lain yang mulai membuka program studi yang sama di propinsi lain.

VI. Referensi

1. Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor: 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa

2. Pedoman Evaluasi Diri Program Studi (Hand Out) Depdiknas RI 2002

3. Statuta Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

4. Buku Panduan Mahasiswa tahun 2002/2003